Penyelesaian Sengketa Tanah; Mediasi atau Sidang?

pengacara spesialis tanah

Menurut pengacara spesialis tanah, Bukhori Hasibuan, S.H., M.H., sengketa tanah merupakan salah satu kasus hukum yang paling banyak terjadi di Indonesia.

Table of Contents

Meski rezim terus berganti, tetapi solusi untuk meminimalisir konflik horizontal antar individu, kelompok, atau korporat dalam kepemilikan tanah belum menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Konflik ini diperparah dengan hadirnya para mafia tanah yang memiliki jaringan kuat di luar dan di dalam institusi pemerintahan, yang dengan berbagai cara berusaha mencari keuntungan dari kelemahan sistem pertanahan nasional.

Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan mengadakan pembagian sertifikat tanah gratis, sebagai usaha meminimalisir sengketa kepemilikan tanah yang terus digalakkan dengan kegiatan sertifikasi tanah secara gratis. Tetapi kegiatan itu belum menunjukkan hasil signifikan dalam meminimalisir kasus sengketa tanah.

Ada Berapa Banyak Kasus Sengketa Tanah di Indonesia?

Berdasarkan data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, data sengketa tanah selama periode 2018-2020 terdapat 8.625 kasus, dan baru diselesaikan 63,5% kasus.

Faktor Penyebab Terjadinya Sengketa Tanah

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya sengketa tanah. Di antaranya, proses jual beli atau peralihan hak atas aset tanah yang tidak sesuai prosedur hukum yang benar.

Terjadinya konflik antara individu, kelompok, atau korporasi, atas kepemilikan suatu lahan umumnya terjadi karena perbedaan persepsi kepentingan mengenai status penguasaan dan kepemilikan tanah, atau keputusan pejabat tata usaha negara di bidang pertanahan dalam hal perkara sengketa dan konflik pertanahan yang masih marak.

Oleh karena itu, bagi siapa pun yang hendak membeli aset berupa tanah, dia harus mengerti betul status serta identitas tanah yang akan dibeli.

“Berdasarkan pasal 16 UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), macam-macam hak-hak atas tanah yaitu Hak Milik, Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai.”

– Undang-Undang Pokok Agraria

Jenis dan macam hak atas tanah hanya seperti yang tertuang pada pasal 16 UU Nomor 5 Tahun 1960. Tidak ada jenis hak lain selain yang telah disebutkan dalam pasal tersebut.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menghadapi Sengketa Tanah?

Jika merujuk ke Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan (“Permen ATR/Kepala BPN 21/2020”), ada tiga klasifikasi permasalahan dalam sengketa tanah:

  1. Sengketa pertanahan; yaitu selisih pendapat antar orang per orang, badah hukum, atau lembaga tertentu yang tidak memiliki dampak yang luas.
  2. Konflik pertanahan; yaitu perselisihan urusan tanah antara orang per orang, kelompok, golongan, organisasi, badan hukum, atau lembaga, yang mempunyai kecenderungan atau sudah berdampak luas.
  3. Perkara pertanahan; yaitu perselisihan mengenai hak atas tanah tertentu, yang penyelesaiannya melalui lembaga peradilan.

Berdasarkan peraturan perundang-undangan itu, maka hal yang dapat dilakukan oleh seseorang ketika menghadapi sengketa tanah adalah, mengidentifikasi dasar permasalahan, faktor apa yang menyebabkan terjadinya sengketa tanah.

Hal lain yang kemudian bisa dilakukan adalah, mencoba mencari solusi di luar pengadilan. Ini adalah langkah penting, sebelum memutuskan membawa perkara sengketa tanah ke meja hijau.

Akan tetapi, bila semua usaha penyelesaian masalah di luar pengadilan tidak berhasil, maka tidak ada jalan lain. Sengketa kepemilikan tanah tersebut harus diselesaikan lewat pengadilan.

Apabila penyelesaian lewat jalur hukum menjadi pilihan, maka mau tidak mau, Anda harus mempercayakan penyelesaian perkara tersebut kepada seorang pengacara spesialis tanah yang sudah berpengalaman, yang secara spesifik menguasai dengan detail segala aspek hukum agraria atau pertanahan.

Salah satu pilihan terbaik Anda untuk menangani kasus sengketa tanah adalah, tim pengacara spesialis tanah milik kantor hukum Bukhori Hasibuan & Associates. Tim ini fokus pada bidang hukum agraria saja. Ada ratusan kasus yang telah diselesaikan dengan baik di berbagai tingkatan pengadilan sengketa tanah, mulai dari pengadilan terendah hingga tingkat Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Tim pengacara kantor hukum Bukhori Hasibuan & Associates ini juga dipercaya oleh banyak tokoh bangsa, seperti H. Harmoko, mantan menteri penerangan era presiden Suharto. H. Harmoko mempercayakan penyelesaian dua kasus sengketa tanahnya di Jonggol dan Cileungsi kepada tim pengacara dari Bukhori Hasibuan & Associates. Kedua kasus tersebut dimenangkan oleh H. Harmoko.

Contoh Sengketa Tanah yang Sering Terjadi

Medio tahun 2021 yang lalu, publik sempat dihebohkan berita somasi dari Sentul City ke Rocky Gerung dan para warga yang memiliki tanah di tempat yang sama dengan RG. Perihal klaim dari Sentul City bahwa tanah tersebut adalah milik mereka.

Rocky Gerung melawan dan membeberkan fakta-fakta dan riwayat kepemilikan lahan yang disengketakan; kemudian menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalahnya dengan Sentul City.
Publik menduga, termasuk RG sendiri bahwa, tanah yang disengketakan oleh RG dan Sentul City memiliki dua sertifikat HGU. Jadi, satu bidang tanah, dengan dua sertifikat yang dipegang oleh dua pihak yang berbeda.

Kasus semacam ini sering terjadi. Bisa jadi karena ulah para mafia tanah. Sehingga membaca kerumitan bagi orang lain dan pihak-pihak yang menjadi korbannya.

Pada prinsipnya, satu bidang tanah hanya mempunyai satu sertifikat, jika ada sertifikat yang lain, bisa dipastikan salah satunya tidak sah. Bisa jadi sertifikatnya yang tidak benar, atau alas haknya yang tidak benar. Sehingga salah satu sertifikat tersebut dapat dibatalkan oleh pihak yang berwenang.

Tak dapat dipungkiri, bahwa beberapa kali persoalan jual beli tanah yang sertifikat haknya kurang jelas status tanahnya sering terjadi. Alur proses jual beli tanah bersertifikat, dalam hal ini jual beli ini harus berlangsung di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Setelah itu, PPAT akan melakukan pengecekan ke Kantor Pertanahan setempat.

PPAT akan mengecek ke kantor Pertanahan, apakah tanah tersebut disita oleh pihak ketiga atau tidak, ada sengketa atau tidak. Kalau tidak ada, baru dipastikan aman dan akan dilakukan pembuatan akta jual beli. Ketika sudah ada akta jual, maka pembeli baru bisa secara sah melakukan balik nama.

sengketa tanah pengacara spesialis tanah advokat spesialis tanah
Kantor Hukum Bukhori Hasibuan & Associates memiliki tim pengacara spesialis hukum tanah, hukum perusahaan, hukum bisnis dan perdagangan, hukum keluarga, dan hukum ketenagakerjaan.

Celah Penipuan dalam Proses Jual Beli Tanah

Lebih lanjut, dalam proses jual beli bisa jadi ada celah-celah penipuan jika prosesnya tidak melalui prosedur yang tepat.

Seperti, saat pembuatan akta jual beli, petugas PPAT tidak melakukan pengecekan terlabih dahulu ke kantor pertanahan setempat. Atau, bisa jadi juga proses jual beli tidak dilakukan di hadapan notaris PPAT.

Celah lain yang bisa menjadi peluang terjadinya penipuan adalah, ada iktikad yang tidak baik dari salah satu pihak. Contoh, penjual berpura-pura menjadi PPAT yang kemudian mengatakan kepada pembeli bahwa dia akan mengecek status tanah tersebut, tetapi kemudian dia justru menukar sertifikatnya.

Kasus penipuan yang seperti ini juga banyak terjadi. Anda harus waspada dan tetap harus berhati-hati saat akan membeli tanah.

Jika Anda menjadi korban dari kasus-kasus penipuan semacam ini, Anda butuh tim pengacara spesialis tanah dari kantor hukum Bukhori Hasibuan & Associates yang akan mengurai masalahnya dan menyusun langkah-langkah penyelesaian yang efektif.

Bagaimana Jika Sudah Terlanjur?

Saat memutuskan membeli sebidang tanah, hal pertama dan paling utama yang harus diprioritaskan untuk diverifikasi adalah semua aspek legalitas hukum tanah tersebut.

Anda harus mengumpulkan informasi sebanyak-banyak tentang tanah tersebut. Dari pemilik, dan dari para pemilik tanah di sekelilingnya, tentang apakah tanah tersebut bermasalah atau tidak.

Lebih baik Anda menjalani kerumitan di awal, daripada terlibat kasus sengketa tanah di belakang hari.

Tidak dapat dipungkiri memang, bahasan tentang proses dan prosedur jual beli tanah memang sangat rumit. Apalagi jika pada saat membelinya, Anda sama sekali tidak punya gambaran tentang peraturan dan hukumnya, dan belakangan baru disadari bahwa yang Anda beli adalah tanah bermasalah. Lalu apa yang harus dilakukan?

Jika sudah terlanjur, Anda bisa memilih menyelesaikan masalahnya lewat pengadilan, atau tanpa proses pengadilan.

Jika Anda ingin menempuh proses penyelesaian tanpa pengadilan, Anda bisa bernegosiasi langsung dengan pihak yang bermasalah dengan Anda, atau lewat perantara.

Jika Anda ingin menyelesaikan permasalahannya lewat pengadilan, Anda perlu menunjuk pengacara spesialis tanah berpengalaman yang punya jam terbang tinggi dalam menangani sengketa pertanahan, seperti tim pengacara spesialis tanah dari kantor hukum Bukhori Hasibuan & Associates.

Sebenarnya, pengacara spesialis tanah tidak hanya diperlukan untuk proses penyelesaian lewat pengadilan saja. Proses penyelesaian sengketa di luar pengadilan pun tetap perlu menggunakan pengacara spesialis tanah. Baik untuk keperluan perantaraan, negosiasi, atau pun untuk keperluan pengumpulan data-data yang diperlukan jika penyelesaian berlanjut ke jalur pengadilan.

pengacara spesialis tanah

Kenapa Harus Pengacara Spesialis Tanah?

Ketika jalur damai sudah tidak memungkinkan untuk penyelesaian sengketa tanah yang Anda alami. Langkah selanjutnya hanya lewat pengadilan.

Dalam proses penyelesaian perkara tanah Anda di pengadilan, Anda butuh tim pengacara spesialis tanah yang handal, seperti tim pengacara spesialis tanah dari kantor hukum Bukhori Hasibuan & Associates.

Ada beberapa alasan mengapa Anda butuh pengacara spesialis tanah untuk menyelesaikan sengketa atau perkara hukum pertanahan Anda:

Alasan pertama, Anda butuh rekan untuk meringankan beban psikologis, terutama jika sebagian besar waktu Anda dicurahkan untuk hal-hal yang lebih produktif dari pada mengurus masalah sengketa dengan pihak lain.

Dengan mempercayakan penyelesaian perkara hukum agraria Anda kepada tim pengacara spesialis tanah, Anda tetap bisa memaksimalkan waktu Anda untuk rutinitas Anda yang produktif.

Alasan kedua, Anda butuh nasihat dan arahan dari para ahli yang sudah berpengalaman menangani ratusan perkara tanah di berbagai wilayah di Indonesia. Tim pengacara ini sudah banyak makan asam garam berbagai macam kasus sengketa tanah, dengan seribu satu macam intrik dan motif yang ingin menguasai hak orang lain secara tidak benar, telah berhasil dikuliti dan dikalahkan.

Anda butuh arahan dan nasehat dari tim pengacara spesialis tanah berpengalaman seperti yang dimiliki kantor hukum Bukhori Hasibuan & Associates.

Alasan ketiga, mencegah stress. Seperti alasan pertama, semua beban Anda akan ringan jika urusan hukum Anda ditangani oleh tim yang benar-benar kompeten, dengan spesialisasi bidang hukum yang sesuai, dan segudang pengalaman.

Alasan keempat, mencegah terjadinya kesalahan langkah. Ibarat permainan catur, salah langkah sekali bisa berakibat buruk untuk langkah-langkah selanjutnya. Kesalahan langkah itu bisa dieksploitasi oleh lawan untuk menekan, memengaruhi, dan jika kesalahan itu fatal, bisa dimanfaatkan lawan untuk mematahkan argumentasi hukum Anda.

Pengacara spesialis tanah sudah paham tahapan-tahapan langkah yang sistematis, efektif, dan nol-kesalahan; sehingga proses penyelesaian sengketa lebih mudah.

Alasan kelima, menghindari penundaan dan penguluran waktu akibat dokumen atau kelengkapan yang dibutuhkan belum lengkap atau alasan sejenisnya. Terjadinya penundaan akan membuat perkara hukum tanah Anda semakin menghabiskan waktu yang lebih lama dari yang seharusnya.

Pengacara spesialis tanah akan bisa menyelesaikan semua syarat, prosedur, dan formalitas penyelesaian sengketa dengan mudah berdasarkan data-data yang Anda sediakan.

Alasan keenam, menjembatani komunikasi. Ini adalah fungsi dan kewajiban seorang pengacara spesialis tanah. Saat pihak kliennya, atau pihak lawan ingin mengajukan mediasi, atau penyelesaian di luar pengadilan, maka pengacaralah yang menjadi juru bicara bagi kliennya. Dia lebih paham apa yang perlu dan tidak perlu diiyakan dari syarat dan ketentuan damai atau negosiasi yang akan dijalani.

Penyelesaian Sengketa Tanah Lewat Mediasi

Secara umum, mediasi adalah salah satu alternatif penyelesaian sengketa tanah. Dalam prosesnya, ada dua jenis mediasi, yaitu: mediasi di dalam pengadilan dan di luar pengadilan.

Mediasi di luar pengadilan ditangani oleh mediator swasta, perorangan, maupun sebuah lembaga independen alternatif penyelesaian sengketa yang dikenal sebagai Pusat Mediasi Nasional (PMN).

Mediasi yang berada di dalam pengadilan diatur oleh Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 1 Tahun 2008 yang mewajibkan ditempuhnya proses mediasi sebelum pemeriksaan pokok perkara sengketa tanah dengan mediator terdiri dari hakim-hakim Pengadilan Negeri tersebut yang tidak menangani perkaranya.

Penggunaan mediator hakim dan penyelenggaraan mediasi di salah satu ruang pengadilan tingkat pertama tidak dikenakan biaya. Proses mediasi pada dasarnya tidak terbuka untuk umum, kecuali bila para pihak menghendakinya.

Apa Kelebihan Penyelesaian Sengketa Tanah Lewat Mediasi?

Di antara kelebihan proses penyelesaian sengketa tanah lewat mediasi adalah: proses penyelesaiannya lebih sederhana daripada penyelesaian melalui proses pengadilan, atau proses hukum acara perdata.

Alasan lainnya, lebih efisien dalam segala hal, tenaga, pikiran, anggaran, dan waktu. Selain itu, mediasi juga dilakukan secara rahasia, tidak ada yang mengetahui kecuali para pihak yang terlibat dan para kuasa hukum masing-masing.

Penyelesaian dengan mediasi juga bisa menjaga hubungan baik di antara para pihak yang bersengketa.

Tidak kalah penting dari kelebihan-kelebihan yang telah disebutkan di atas adalah: hasil penyelesaian sengketa lewat mediasi merupakan kesepakatan dan memiliki kekuatan hukum tetap. Serta, para pihak yang bersengketa punya akses yang luas untuk memperoleh rasa keadilan.

Lalu bagaimana, jika proses mediasi yang berlangsung di dalam pengadilan dan di luar pengadilan tidak menghasilkan kesepakatan?

Maka proses selanjutnya akan berlanjut ke proses acara gugatan yang sepenuhnya akan ditangani oleh pengacara Anda.

Konsultasi Perkara Tanah Langsung dengan Tim Pengacara Spesialis Tanah Bukhori Hasibuan & Associates
Kami paham, betapa rumitnya menghadapi perkara sengketa tanah, baik di luar pengadilan apalagi di dalam. Tapi kami pasti akan selalu memberikan layanan hukum terbaik bagi para klien kami, di mana pun mereka berada di wilayah hukum Republik Indonesia.

Anda bisa konsultasikan kepada tim pengacara spesialis tanah kami perihal sengketa tanah yang sedang Anda alami dengan mengklik simbol WhatsApp di pojok kanan bawah halaman ini, atau langsung menghubungi nomor WhatsApp kami di: 0812-8185-7887.

Anda juga bisa menggunakan halaman “Kontak” untuk menulis pesan kepada tim pengacara spesialis tanah kami.

Tidak hanya itu, kami juga bisa memberikan layanan konsultasi tatap muka langsung, bagi Anda yang berdomisili di Jabodetabek, jika Anda menginginkannya. Dengan perjanjian terlebih dahulu ke nomor WhatsApp di atas.

Tinggalkan Balasan

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com