Bagaimana Cara Memilih Pengacara Jujur dan Handal?

Peradaban manusia terus mengalami kemajuan. Sains dan teknologi terus berkembang. Gaya hidup juga menyesuaikan dengan kemajuan peradaban. Sehinga banyak urusan yang dahulunya susah, kini menjadi semakin mudah. Termasuk cara memilih pengacara jujur dan handal.

Teruskan membaca artikel ini sampai selesai, supaya Anda tidak salah memilih pengacara.

Table of Contents

Sebaliknya, trik dan intrik para oknum dan mafia yang bisa menjebak siapa pun, baik individu maupun korporat, juga terus mengalami dinamika yang beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan peradaban.

Trik jahat mereka dalam melakukan tipu muslihat dengan memanfaatkan celah kelemahan hukum dan keawaman masyarakat dalam perkara hukum juga mengalami “kemajuan”.

Mereka tidak pilah pilih dalam menentukan korban. Selama bisa mendapat keuntungan, walau dengan cara yang tidak benar, akan mereka lakukan. Seperti itulah prinsip para mafia.

Dalam menghadapi siatuasi yang demikian, seorang “korban” dari tindakan melawan hukum dari pihak lain harus benar-benar bisa menemukan pengacara jujur dan handal, agar bisa menyelesaikan masalah hukum yang dihadapinya seefektif mungkin.

Kesalahan dalam memilih pengacara, bisa berakibat fatal. Bahkan, bisa menimbulkan kerugian yang berlipat ganda. Untuk itu, satu-satunya pilihan adalah, pengacara jujur dan handal.

Apapun Masalah Anda, Pilihlah Pengacara Jujur dan Handal

Ada banyak cara efektif menemukan pengacara jujur dan handal. Tapi tetap harus berhati-hati. Sebagai klien, Anda harus punya skala prioritas sebagai dasar pertimbangan. Beberapa data berikut mungkin bisa jadi bahan pertimbangan. Mungkin juga bisa menjadi acuan untuk menemukan pengacara jujur.

Pertama: pengacara yang beracara di wilayah dengan tingkat kompetisi profesi yang sangat ketat, umumnya lebih bisa profesional dan lebih bisa diandalkan, dibandingkan pengacara yang beracara di wilayah dengan tingkat kompetisi profesi yang rendah.

Ungkapan ini bukan bentuk generalisasi. Hanya asumsi yang berdasarkan pada beberapa fakta yang benar-benar terjadi.

Ada banyak kejadian, di mana seorang pengguna jasa pengacara justru dua kali menjadi korban ketidakadilan.

Seperti kata pepatah, “sudah jatuh, tertimpa tangga pula”, karena salah memilih pengacara. Pengacara yang seharusnya berkomitmen untuk menyelesaikan kasusnya, justru bermain mata dengan pihak lawan. Hingga akhirnya, si korban menjadi korban dua kali, pertama: menjadi korban pihak lawan, kedua: menjadi korban pengacaranya sendiri.

Kasus seperti ini banyak terjadi di lingkungan masyarakat dengan tingkat kesadaran hukum yang rendah. Masyarakat yang tidak memahami proses dan prosedur yang benar dalam menyelesaikan masalah di pengadilan.

Di lain pihak, oknum tertentu memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat itu untuk mendapatkan materi dengan tidak mengindahkan kode etik kepengacaraan dan mengorbankan integritas pribadinya.

Kasus seperti ini sering terjadi.

Ada pihak, baik sebagai penggugat ataupun tergugat, memiliki bukti yang kuat dan sah berdasarkan seluruh aspek legalitas hukum, justru menjadi pihak yang kalah di pengadilan. Lantaran pengacara yang dipakai tidak benar-benar menguasai masalah; atau, berpura-pura tidak menguasai masalah.

Kejadian seperti ini marak terjadi dalam sengketa hak kepemilikan atas tanah, yang terjadi di daerah.

Untuk menghindar dari menjadi korban dua kali, seorang pencari jasa pengacara harus benar-benar menggunakan sumber informasi yang valid dan bisa dipercaya.

Seperti data-data dari lembaga hukum dan organisasi profesi resmi yang diakui oleh negara. Terlebih lagi, kemajuan teknologi informasi membuat proses “hunting” informasi itu menjadi lebih mudah.

Cara lain dalam menemukan pengacara berkualitas bisa berdasarkan informasi dari teman, teman dari teman, perusahaan tempat bekerja, keluarga dekat, keluarga jauh, tetapi tetap harus melakukan validasi dan verifikasi, apakah informasi yang mereka sampaikan akurat atau tidak.

Sebab, ada tradisi sebagian daerah yang suka melebih-lebihkan sesuatu yang sebenarnya merupakan hal remeh atau merupakan hal yang bisa.

Sehingga seorang pencari jasa kepengacaraan harus benar-benar melakukan validasi dan verifikasi informasi, agar tidak terjebak mengalami seperti kata pepatah, “Sudah jatuh, tertimpa tangga pula”.

cara memilih pengacara jujur dan handal

Kriteria Pengacara Handal yang Harus Dipilih

Setelah membahas cara mencari pengacara dan prosesnya, sekarang kita membahas kriteria pengacara berkualitas yang menjadi prioritas seorang pencari jasa pengacara untuk menentukan pilihan.

  1. Integritas. Kami menempatkan karakter integritas sebagai kualitas paling utama dan pertama yang harus dijadikan prioritas. Ini adalah kriteria paling penting yang pertama kali harus menjadi tolak ukur dalam memilih pengacara. Tanpa integritas, kriteria-kriteria lainnya tidak akan ada gunanya. Karakter integritas adalah jaminan ketenangan bagi pengguna jasa pengacara, dan keutamaan bagi sang pengacara.
  2. Profesionalitas. Profesionalitas adalah karakter kedua yang harus menjadi prioritas pertimbangan dalam memilih pengacara. Profesionalitas seorang pengacara bisa diukur dari lama waktu dia beracara. Rentang waktu yang panjang, sudah pasti memberinya segudang pengalaman dengan beragam kasus yang berbeda-beda. Sehingga dia akan mudah mengidentifikasi masalah, dan menentukan langkah hukum berdasarkan ayat dan pasal berapa untuk membela kliennya. Kriteria profesionalitas mutlak melekat pada seorang pengacara berkualitas.
    Pengacara profesional akan menangani perkara kliennya dengan efektif di semua level lembaga hukum negara. Mulai dari kepolisian hingga mahkamah agung.
  3. Spesialisasi. Setiap disiplin ilmu punya banyak cabang spesialisasi. Contoh: ilmu ekonomi, punya banyak cabang spesifik, seperti akuntansi dan keuangan, perbankan, dan lain-lain. Demikian pula dengan disiplin ilmu hukum. Ada banyak bidang spesifik yang menjadi spesialisasi setiap pengcara. Seorang pengacara umum, pasti tidak menguasai hukum bisnis dan perdagangan sedalam pengetahuan pengacara yang memiliki spesialisasi di bidang hukum bisnis dan perdagangan. Seorang pengacara spesialis hukum agraria akan lebih bagus untuk menangani kasus sengketa pertanahan. Seorang pengacara hukum tata usaha negara akan lebih bagus untuk menangani perkara hukum ketata negaraan.
    Maka seorang pencari jasa pengacara harus mempertimbangkan pengacara yang dipilihnya, harus sesuai dengan kasus yang dialaminya termasuk dalam spesialisasi hukum apa. Agar pengacara yang dipilih benar-benar memiliki kapasitas untuk menyelesaikan persoalan hukumnya.
  4. Rekam jejak. Seorang pengacara berkualitas pasti punya rekam jejak yang baik. Tidak pernah ada kasus heboh yang mencoreng nama dan kredibilitas dirinya. Bagi para pencari jasa pengacara, dalam menentukan kualitas seorang pengacara harus mencaritahu rekam jejak pengacara tersebut. Supaya lebih yakin, dan lebih tenang untuk menyerahkan penyelesaian kasus hukum tersebut kepada yang benar-benar berkompeten.

Empat karakter utama pengacara berkualitas ini harus menjadi dasar pertimbangan dalam memilih pengacara. Selain juga beberapa faktor teknis lainya.

Teknik Memastikan Seorang Pengacara Benar-benar Pengacara

Pada sub-bahasan ini, kami akan berbagi tips dengan Anda tentang teknik mencari tahu legalitas seorang pengacara atau advokat sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan jasanya. Kuncinya jangan sungkan, jangan takut, dan jangan ragu untuk bertanya secara detail. Anda berhak untuk mengetahui hal-hal berikut dari pengacara yang akan Anda gunakan jasa kepengacaraannya.

Pertama: Anda bisa bertanya kepadanya tentang KTA, atau Kartu Tanda Anggota. Ada undang-undang yang mewajibkan setiap pengacara atau advokat untuk menjadi anggota organisasi advokat tertentu. Anda bisa bertanya kepadanya tentang keanggotaanya pada organisasi advokat apa. Selain itu, Anda juga perlu teliti KTA-nya, apakah masih berlaku atau sudah kedaluarsa.

Kedua. Jika Anda masih kurang percaya, atau ingin lebih meyakinkan diri Anda lagi, Anda bisa verifikasi keanggotaannya pada organisasi advokat pada KTA-nya. Saat ini, memang ada banyak organisasi advokat di Indonesia. Tapi jangan khawatir, sebab undang-undang advokat mewajibkan setiap organisasi advokat untuk memiliki buku induk, atau data induk seluruh anggotanya.

Contoh, para pengacara di kantor hukum Bukhori Hasibuan & Associates merupakan anggota dari organisasi Perhimpunan Advokat Indonesia atau PERADI. Maka Anda bisa mengecek langsung keanggotaannya pada organisasi PERADI. Sebab, setiap tahun PERADI selalu menerbitkan daftar advokat yang terdaftar sebagai anggotanya. Seperti berita di link ini: Peradi Luncurkan Buku Daftar Anggota Tahun 2019

Ketiga. Jika masih kurang yakin dengan dua teknik di atas. Anda bisa coba teknik ketiga ini, yaitu mengecek di Pengadilan Tinggi di mana pengacara yang akan Anda gunakan berdomisili. Sebab, di sanalah sang pengacara tersebut disumpah.

Supaya Anda lebih yakin lagi, Anda bisa melakukan validasi data pada Mahkamah Agung. Sebab, advokat yang sudah ucapkan sumpah dan/atau janji dalam bentuk Salinan Berita Acara Sumpah akan diserahkan ke Mahkamah Agung.

Ini semua adalah tips penting bagaimana Anda bisa mendapatkan layanan berkualitas dari seorang advokat berkualitas, agar masalah hukum yang Anda hadapi dapat diselesaikan dengan tuntas.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com